Agen Poker - Shinta Putri Dina Pertiwi perempuan asal Malang yang merupakan mahasiswi kedokteran Universitas Bayreuth, Jerman meninggal karena tenggelam di danau kampus pada Kamis (9/8/2018) waktu setempat.
Dilansir dari Surya, pihak keluarga baru menerima kabar itu dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pada Senin (13/8/2018) siang.
Informasi itu mengagetkan pihak keluarga yang sebelumnya diberitahukan bahwa jenazah Shinta akan tiba pada Jumat (17/8/2018).
Biaya pemulangan jenazah Shinta harus ditanggung keluarga, bukan oleh negara.
Biaya pemulangan jenazah Shinta bisa ditanggung negara dengan syarat keluarga harus menyertakan surat keterangan tidak mampu.
Namun Ibu Shinta, Umi Salamah menolak persyaratan tersebut karena tak mau menipu negara dengan alasan tidak mampu.
Kemudian adik Shinta yang bernama Helmy, membuka donasi di situs kitabisa.com untuk pemulangan jenazah kakaknya.
Hal itu dilakukan daripada keluarganya membuat surat pernyataan tidak mampu.
Lantaran tak ada informasi resmi dari Kemenlu mengenai prosedur dan biaya yang harus ditanggung oleh keluarga, Helmy mencari informasi sendiri dari internet.
Helmy akhirnya mendapat informasi pemulangan jenazah, yakni sekitar Rp60 juta.
Referensi itu didapat dari pemberitaan tentang pemulangan jenazah mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di Belanda pada 2012.
“Itu tahun 2012. Tidak tahu kalau sekarang,” imbuh Umi.
Kejadian meninggalnya Shinta tersebut lantaran dirinya hilang di danau.
Awalnya Shinta tak sendiri saat pergi ke danau dekat kampus, melainkan berdua dengan temannya.
Kemudian ia dan seorang temannya yang berasal dari Maluku mandi di danau tersebut.
Lalu, pada sore hari, seorang temannya yang lain tidak bisa menemukan Shinta di sekitar danau.
Merasa khawatir, temannya itu kemudian memanggil Shinta dengan pengeras suara namun upaya itu juga tidak berhasil.
"Shinta tidak bisa ditemukan teman-temannya sehingga melapor ke pengawas danau untuk dibantu mencari."
Menurut laporan dari media Jerman, Neue Presse Coburg, Shinta dilaporkan hilang sejak Rabu (8/8/2018).
Tim pencarian sempat kesulitan menemukan jenazah Shinta lantaran danau tersebut memiliki panjang 680 meter, lebar 220 meter dan kedalaman lebih dari 4 meter.
Begitu ditemukan, korban dievakuasi dan disemayamkan di rumah duka di kawasan Kumbalch sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Ibunya sempat tak percaya anaknya meninggal karena tenggelam, lantaran Shinta dikenal sebagai anak yang hobi berenang.
Hingga saat ini pun keluarga masih belum mengetahui penyebab kematian Shinta karena masih menunggu hasil otopsi.
Simak videonya di atas!

No comments:
Post a Comment