Agen Poker - Namanya adalah Rian. Ketika anak - anak seusianya bermain ketika jam istirahat sekolah. Rian hanya duduk di depan termos besar yang berisi Es Lilin. Rian menjajakan Es Lilin untuk menyambung hidup dirinya dan Neneknya yang bernama Juna. Orang tua Rian sendiri entah kemana sejak Rian kecil. Bagaimana kisah selengkapnya? Mari kita simak.
Rian selalu membawa termos besar yang berisi Es Lilin yang diambil dari seorang ibu - ibu penjual Es Lilin. Rian menjajakan Es Lilin di sekolahnya dengan harga Lima Ratus Rupiah per satu buah. Keuntungan yang di dapat Rian ketika berjualan hanyalah sedikit. Karena, Rian mengandalkan sistem upah. Untuk satu termos besar, Rian hanya diberi Upah Tiga RIbu Rupiah ketika habis terjual. Ketika tidak habis, Rian biasa menerima upah setengahnya. Upah dari berjualan es tidak pernah digunakan sendiri. Rian selalu menabungnya dan menggunakan uang itu untuk membayar iuran sekolah.
Ayah dari Rian pergi meninggalkan Rian sejak dirinya lahir 13 tahun lalu. Pada usia balita, Ibu Rian menikah dengan orang lain dan meninggalkan Rian dengan neneknya. Rian tidak pernah sekalipun melihat wajah ayahnya. Rian sangat ingin bertemu ayahnya saat ini. Namun, impian rian terlihat sulit karena sang ayah tidak pernah menganggap Rian anaknya. Begitu juga sang ibu, pernah Rian bertemu dengannya. Namun, Rian di usir oleh ibunya sendiri. Getir hidup pun harus dirasakan oleh Rian.
Untuk makan siang, Rian biasa memetik daun singkong di pekarang rumah neneknya. Dirinya merebus daun singkong untuk makan siang seadanya dengan nasi. Ini bukanlah lauk yang diinginkan oleh Rian. Rian sesekali ingin makan dengan lauk teri. Untuk menutupi pengeluaran, Nenek Rian biasa memetik daun teh di kebun teh. Pekerjaan sebagai kuli kasar perkebunan teh terpaksa di lakoni demi menjaga dapur tetap ngebul dan bisa makan nasi. Untuk sepuluh kilogram daun teh biasanya pengepul akan memberikan harga Lima Ribu Rupiah, dan untuk dua belas kilogram daun teh biasanya diberikan harga Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah.
Terkadang Juna harus gantian dengan Rian untuk mengambil pucuk teh. Terkadang penyakit darah tinggi Juna kambuh dan tidak bisa berbuat apa - apa. Juna ingin sekali berobat namun untuk hidup sehari - hari bersama Rian saja keuangannya sulit. Rian tidak ingin sekolahnya terhenti karena keuangan. Dirinya ingin membahagiakan sang nenek. Semoga niat Rian bisa terlaksana yaa !

No comments:
Post a Comment